Malam Minggu Bersama Pecinta Bonsai

 




Sabtu sore kala itu sekitar pukul 14.53 aku di hubungi Mashadi salah seorang pecinta yang sekaligus sebagai pembuat bonsai yang rumahnya di area Mojokerto. Aku dan beliau berkenalan belum genap satu tahun, tapi ketika kami berbincang bersama seakan berbicara dengan orang yang sudah lama kenal. 

Sebelum bertemu sekarang ini, aku memang sudah berencana untuk keluar sekedar berjalan-jalan dan juga keperluan mengambil sekam dan bahan-bahan bonsai yang berupa tanaman yang sudah pernah kami jumpai sebelumnya. Kali ini kami tidak berdua, ditemani oleh Masupri yangmana beliau juga pecinta bonsai sekaligus kakak dari Mashadi. 

Kondisi cuaca sampai akhir ini memang seringkali hujan di waktu sore. Termasuk juga pada hari ini. Dengan mengendarai Grand Max pick up, aku berangkat dari rumah dengan keadaan langit menggulung dengan mendung serta rintik air yang setitik demi setitik menetes di kaca depan. 

Ketika sampai di depan rumah Mashadi gerimis yang awalnya hanya berupa air yang turun tetes demi tetes perlahan beranjak menjadi gerimis dan tepat didepan rumahnya hujan pun turun tapi dengan skala yang dirasa cukup kecil namun didukung dengan mendung yang semakin menggulung.  

Sekitar menunggu 25 menitan akhirnya hujan mereda namun mendung masih terlihat gelap. Sebelum jalan-jalan dalam rangka pencarian bahan bonsai, Mashadi ada keperluan dengan pekerjaannya (yang menjadi tukang service kompor tapi multitalent sampai menjadi tukang service kulkas) yakni mengantarkan kulkas ke pelanggannya yang jaraknya cukup jauh yang mana perjalanannya membutuhkan waktu sekitar 40 menitan. Akhirnya kami mempersiapkan barang tersebut dan menutupinya agar terhindar dari air hujan meskipun perlahan rintik hujan dirasa mulai reda, tapi tetap saja dilakukan menutupan berlapis terpal agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.

Kami pun sampai ke tempat pelanggan dengan selamat, cuaca disini juga terlihat cukup sejuk begitu juga dengan udaranya. Setelah berbincang dan menyelesaikan transaksinya dengan pelanggan tak terasa sudah hampir memasuki waktu sholat maghrib. Kami pun bergegas melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya, yakni berburu bahan-bahan untuk bonsai.

Sampai di jalan raya mulai terasa kondisi ramainya jalan yang mengingatkan kami saat itu akan malam minggu. Tak terlalu menghiraukan ramainya jalanan kami tetap melanjutkan ke perjalanan pertama yakni mengambil sekam bakar buat medianya. Beriringan dengan suara jamaah sholawat nabi ibu-ibu serta pemudi desa setempat, satu-persatu karung sekam bakar mulai dinaikkan ke GrandMax yang kami bawa. Seusai 4 karung sudah dimuat, tak sempat berpamitan dengan pemilik sekam(yang sudah dihubungi sebelumnya dan beliau lagi diluar kota) kami bergegas melanjutkan ke perjalanan selanjutnya. Sambil melambaikan tangan ke orang yang menjaga disitu kami pun berjalan perlahan meninggalkan tempat tersebut.

Hari sudah menjadi gelap, ibu juga menanyakan sudah sampai mana. Ketika kami sampai di tujuan terakhir, kami pun sampai di tempat Pak Hadi. Beliau merupakan salah seorang pecinta bonsai sekaligus penjual pot dan juga bahan lain pelengkap bonsai. Sayangnya ketika sampai dirumahnya beliau tidak ada dirumah. Mashadi sigap menghubungi Pak Hadi melalui smartphonenya, tak lama setelah itu akhirnya beliau nampak dari kejauhan perlahan mendekat dengan mengendari sepeda motor dengan sarung dan peci sambil menyapa kami yang masih pakek outfit tadi sore. 

Kami pun mulai mengangkut bahan bonsai jenis kimeng dan jenis yang lain, ditambah dengan beberapa karung pasir malang sebagai media tanam juga ikut diangkut. Tak berselang lama suara adzan penanda masuknya sholat isya' terdengar dari berbagai arah. kami pun bersepakat untuk pulang ke rumah setelahnya.

Sesampainya di rumah, kami langsung menurunkan berbagai bahan-bahan tersebut ke tempat yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Setelah selesai, kami pun makan bersama dilanjut dengan secangkir kopi dan saling sharing mengenai berbagai hal yang mana cukup banyak topik pembicaraan kami mengenai pengalaman Mashadi dan Masupri yang cukup menarik untuk didengarkan hampir tak terasa sampai sekitar jam setengah sembilan malam. 

  

Mojokerto, 20 Maret 2022

Comments

Popular Posts