Euforia Wisuda

 

Euforia Wisuda



    Sungguh hal yang sangat istimewa berada di tengah mereka dengan segala hal yang telah terjadi menjadi suatu pengalaman dan juga pembelajaran. Ditambah lagi dengan keseruan serta kehangatan keluarga yang tak mungkin digantikan oleh orang lain. Merekalah sebenarnya yang harus dekat merekat saling mengisi dan juga mendukung satu sama lain. Tak harus memiliki sifat maupun jalan yang sama, Namun bertekad menuju ketentraman serta kesejahteraan baik pada diri sendiri maupun di lingkungan bahkan membawa keamanan serta kenyamanan yang diusung dengan kebaikan setiap saatnya.

    Menjadi momen indah yang sangat perlu untuk diabadikan, bukan sebagai bentuk kesombongan melainkan sebagai bentuk apresiasi diri maupun simbol terimakasih kepada keluarga sendiri yang telah rela dan juga mendukung perjalananku menggapai keilmuan yang aku saja tidak menyangka bisa sampai di titik ini. 

    Bagaimana tidak, berangkat dari sekolah madrasah dan bahkan aku merupakan bagian dari kawan-kawan yang menimba ilmu pada masa uji coba, masa dimana pertama kali wadah pendidikan itu dibentuk. Cukup sulit bagi kami untuk memahami keilmuan dengan masa-masa uji coba tersebut sangatlah membingungkan dan sejujurnya kami juga kesulitan untuk mengakses informasi lebih luas. Namun, berkat Pengasuh guru-guru dan ustadz PP Amanatul Qur'an yang benar-benar menjadi tenaga pendidik dengan keikhlasannya masing-masing dari kami mulai menemukan jalannya baik dalam dunia karir maupun pendidikan. 

    Kebahagiaan tersendiri bagiku menjadi bagian dari keluarga PP Amanatul Qur’an meskipun secara administrasi untuk sekolah masih dalam naungan Hikmatul Amanah dan menjadi bagian lembaga pendidikan dari Amanatul Ummah Pacet-Mojokerto. Apalagi ketika berhasil lolos SNPTN bersama kawan-kawan lain dari Hikmatul Amanah untuk masuk di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur.

          Menjadi euforia ketika berhasil menyelesaikan studi di jurusan Teknik Lingkungan UPN Veteran Jawa Timur, bergelar sarjanah, dan sangat diharapkan untuk kembali ke rumah, karena pada pada dasarnya diri ini hanyalah seorang putra desa yang dengan restu orang tualah yang bisa membawaku ke tanah perantauan. Setidaknya selama enam tahunan aku berada di pesantren dan selama itu cukup jarang pulang kemudian dilanjutkan ke dunia perkuliahan umum yang saat itu sangat terasa perbedaannya. Baik dari segi lingkungan maupun kebiasaan.



          Alhamdulillah, dengan kenikmatan dan segala petunjuk serta kekuatan yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasalah yang menuntun diri ini yang berakhir -menurutku- dengan happy ending.

Memang menjadi lain tanggung jawabnya setelah menjadi sarjanah. Akan tetapi, setidaknya dengan selesainya menempuh jenjang S1 yang telah berlalu di bulan februari 2023 kemaren menjadi bagian sejarah bahwa diri pernah menyelesaikan pendidikan di lembaga tersebut dan bukan menjadi alasan untuk berhenti belajar.

 


Comments

Popular Posts